■ PENDEKAR WANITA IKUT AMBIL BAGIAN DI PENCAK DOR PERTAMA DI PATI

Jakenan - Pagi hari sembari diiringi oleh grimis membasahi atap panggung yang akan digunakan untuk pelaksanaan acara Ultah Pencak Silat Pagar Nusa yang ke 33. Acara ini akan dilaksanakan pada pukul 13.00 s/d 16.00 WIB (17/19), yang diikuti oleh hampir seluruh pesilat Pagar Nusa dari Wilayah Pati, Rembang, Surabaya, Kediri dan Blora.

Kata pencak dor berasal dari kata pencak dan jidor. Jidor adalah benda kecil menyerupai kendang yang dipukul kanan dan kiri dan menjadi alat musik yang mengiringi selawat jidor.

Perhelatan pencak dor tak bisa dilepaskan dari sosok KH Muhamad Abdullah Maksum Jauhari atau dikenal dengan panggilan Gus Maksum. Dia adalah putra Kiai Jauhari, pengasuh pondok pesantren Kanigoro, Kediri. Pondok pesantren ini tercatat dalam sejarah penumpasan Partai Komunis Indonesia (PKI) di Kediri, di mana massa PKI menginjak-injak Al Quran di halaman masjid pondok dan dikenal dengan peristiwa Kanigoro.

Pertarungan bebas tersebut mengundang perhatian khusus bagi pesilat muda Pagar Nusa. Mereka ikut andil dengan menunjukkan kebolehan mereka diatas panggung. Tak hanya peserta laki-laki saja, namun juga ada dari peserta wanita. Sesuai motto "di atas lawan dibawah teman", menjadi pedoman yang harus dijiwai oleh para pendekar. Maka, diharapkan seusai pertandingan tidak ada dendam.

Pada pelaksanaan Ultah Pagar Nusa yang ke 33 tersebut dihadiri oleh sesepuh Pencak Silat Pagar Nusa KH. Abderul Abidin dan Gus Mutadi sebagai generasi penerus dari KH. Muhammad Abdullah Maksum Jauhari. (kris/wjp)

Comments

Popular posts from this blog

HIMBAUAN CAMAT PUCAKWANGI DI PERGANTIAN MALAM TAHUN BARU 2019

Cerpen Kehidupan "Ayah, Dirimu Payah!!!"

■ GENANGAN AIR DI DEPAN PASAR SOKO (PUCAKWANGI) SENGAJA DIBIARKAN AGAR ADA TINDAKAN DARI PEMERINTAH