MELONJAKNYA HARGA PAKAN AYAM PETELUR DI AWAL TAHUN
■wartajurnalispelajar
PUCAKWANGI - Melonjaknya harga telur di pasaran minggu lalu, juga di sebabkan karena naiknya harga pakan ternak, khususnya ayam petelur. Tentu keadaan ini mengakibatkan naiknya harga telur ayam yang semula stabil menjadi naik sekitar 20%.
Namun kenaikan harga telur ayam pada minggu kemarin menjelang tahun baru yang mencapai harga Rp.26.000;- perkilo nya kini setelah memasuki awal tahun justru harga telur menurun karena kurangnya konsumen dari yang semula harga Rp.26.000;- sekarang menjadi Rp.24.000;- perkilo.
Penurunan harga telur tersebut membuat peternak ayam petelur mengeluh karena harga telur yang turun tidak di sertai dengan menurunnya harga pakan. Justru harga pakan semakin naik. Pakan ayam petelur yang terdiri dari campuran Jagung, Katul, dan Konsentrat.
Tentunya keadaan ini membuat para peternak ayam petelur harus mensiasati agar tidak mengalami kerugian, tidak hanya pakan ternak saja yang diperlukan oleh ayam petelur namun ayam petelur memerlukan serangkaian vitamin agar kesehatan ayam tetap terjaga dan dapat memproduksi telur dengan baik.
Para peternak ayam juga berharap agar harga pakan ayam semakin stabil dengan harga telur perkilo nya karena jika pakan ayam petelur mengalami kenaikan secara drastis dan harga telor yang tidak stabil maka mereka akan mengalami kerugian.
Bapak Kuri (sales marketing) dari salah satu pakan ayam di daerah Pucakwangi menyatakan "Untuk harga pakan dari mulai akhir tahun sampai saat ini memang naik karena harga pada bulan kemarin masih stabil yakni Rp.282.500/karung kini menjadi Rp.290.000". Menurut beliau harga pakan mengalami kenaikan karena kelangkaan bahan pokok dari pakan tersebut yakni jagung, dan ongkos dari ekspor pakan tersebut. (Yati/wjp)
PUCAKWANGI - Melonjaknya harga telur di pasaran minggu lalu, juga di sebabkan karena naiknya harga pakan ternak, khususnya ayam petelur. Tentu keadaan ini mengakibatkan naiknya harga telur ayam yang semula stabil menjadi naik sekitar 20%.
Namun kenaikan harga telur ayam pada minggu kemarin menjelang tahun baru yang mencapai harga Rp.26.000;- perkilo nya kini setelah memasuki awal tahun justru harga telur menurun karena kurangnya konsumen dari yang semula harga Rp.26.000;- sekarang menjadi Rp.24.000;- perkilo.
Penurunan harga telur tersebut membuat peternak ayam petelur mengeluh karena harga telur yang turun tidak di sertai dengan menurunnya harga pakan. Justru harga pakan semakin naik. Pakan ayam petelur yang terdiri dari campuran Jagung, Katul, dan Konsentrat.
Tentunya keadaan ini membuat para peternak ayam petelur harus mensiasati agar tidak mengalami kerugian, tidak hanya pakan ternak saja yang diperlukan oleh ayam petelur namun ayam petelur memerlukan serangkaian vitamin agar kesehatan ayam tetap terjaga dan dapat memproduksi telur dengan baik.
Para peternak ayam juga berharap agar harga pakan ayam semakin stabil dengan harga telur perkilo nya karena jika pakan ayam petelur mengalami kenaikan secara drastis dan harga telor yang tidak stabil maka mereka akan mengalami kerugian.
Bapak Kuri (sales marketing) dari salah satu pakan ayam di daerah Pucakwangi menyatakan "Untuk harga pakan dari mulai akhir tahun sampai saat ini memang naik karena harga pada bulan kemarin masih stabil yakni Rp.282.500/karung kini menjadi Rp.290.000". Menurut beliau harga pakan mengalami kenaikan karena kelangkaan bahan pokok dari pakan tersebut yakni jagung, dan ongkos dari ekspor pakan tersebut. (Yati/wjp)


Comments
Post a Comment