"Kiamat" Tidak Terjadi Selama Masih Ada Manusia Yang Menyebut "Allah"
Pucakwangi - Berbincang bincang tentang kiamat memang menyeramkan dan menakutkan bagi kebanyakan orang. Namun rasa takut itu harus di imbangi dengan amal yang sholih.
Dengan berbagai keadaan, akhir akhir ini memang banyak sekali bencana alam yang menimpa bangsa kita, khususnya ialah gempa (di Palu, Sulawesi) yang baru baru saja reda setelah banyak diperbincangkan.
Hal tersebut memicu aksi Matta Jurnalis dalam program nya yaitu "Cahaya Matta" yang sudah dijalankan ke 4 kalinya pada Selasa (27/11/18). "Program cahaya Matta adalah program yang bertujuan agar selalu dekat dengan para kyai dan ulama, dengan datang atau sowan dan meminta tausiyah" ujar Bapak Ulil Hikam SH.I, pembina Sanggar MJT.
Dengan mengangkat tema (tanda tanda hari kiamat). Mereka sowan kepada salah satu kyai di Pucakwangi yaitu KH.Imam Sofwan dan meminta sebuah bahasan, wejangan, dan sebuah kisah mengenai tema tersebut.
Kiamat ada 2, yaitu sugra dan kubra. Beliau memaparkan banyak sekali dari pembahasan tersebut. Salah satunya yaitu mengenai tanda tanda kiamat sugra dan kubra yang sudah sangat jelas dijelaskan dalam Al Qur'an dan Hadits.
Kiamat sugra atau biasa disebut dengan nama kiamat kecil merupakan berakhirnya kehidupan sebagian makhluk di dunia ini, baik itu secara individu maupun secara kelompok. Dan contoh adalah seperti pemaparan di atas, dengan banyak terjadinya bencana alam seperti gempa, banjir, ataupun tsunami.
Tak hanya hal tersebut, namun beliau juga menjelaskan dimana tanda tanda yang lain seperti meluasnya perbuatan maksiat semakin terlihat di zaman ini dan ilmu agama jarang lagi diperhatikan. Jika dibandingkan pada zaman dulu memang jauh sekali realita nya.
"Kemudian kiamat kubro atau kiamat besar adalah dimana berakhirnya kehidupan semua makhluk yang ada di bumi, di mana bumi benar benar hancur" kata beliau. Kemudian menjelaskan tanda tanda dari kiamat tersebut.
Berdasarkan Al Qur'an dan Hadits, beliau juga menuturkan bahwa kiamat kubra tidak terjadi selama masih ada yang menyebut "Allah", masih ada yang adzan, dan pergi ke masjid untuk sholat.
"Bahwasanya, hikmah yang dapat di ambil dari program tersebut adalah kita semakin terdorong untuk melakukan hal hal positif, istiqomah dalam menjalankan ibadah, dan selalu berkhusnudzon" ujar salah satu anggota MTJ. (Mawar/jpp)
Pucakwangi - Berbincang bincang tentang kiamat memang menyeramkan dan menakutkan bagi kebanyakan orang. Namun rasa takut itu harus di imbangi dengan amal yang sholih.
Dengan berbagai keadaan, akhir akhir ini memang banyak sekali bencana alam yang menimpa bangsa kita, khususnya ialah gempa (di Palu, Sulawesi) yang baru baru saja reda setelah banyak diperbincangkan.
Hal tersebut memicu aksi Matta Jurnalis dalam program nya yaitu "Cahaya Matta" yang sudah dijalankan ke 4 kalinya pada Selasa (27/11/18). "Program cahaya Matta adalah program yang bertujuan agar selalu dekat dengan para kyai dan ulama, dengan datang atau sowan dan meminta tausiyah" ujar Bapak Ulil Hikam SH.I, pembina Sanggar MJT.
Dengan mengangkat tema (tanda tanda hari kiamat). Mereka sowan kepada salah satu kyai di Pucakwangi yaitu KH.Imam Sofwan dan meminta sebuah bahasan, wejangan, dan sebuah kisah mengenai tema tersebut.
Kiamat ada 2, yaitu sugra dan kubra. Beliau memaparkan banyak sekali dari pembahasan tersebut. Salah satunya yaitu mengenai tanda tanda kiamat sugra dan kubra yang sudah sangat jelas dijelaskan dalam Al Qur'an dan Hadits.
Kiamat sugra atau biasa disebut dengan nama kiamat kecil merupakan berakhirnya kehidupan sebagian makhluk di dunia ini, baik itu secara individu maupun secara kelompok. Dan contoh adalah seperti pemaparan di atas, dengan banyak terjadinya bencana alam seperti gempa, banjir, ataupun tsunami.
Tak hanya hal tersebut, namun beliau juga menjelaskan dimana tanda tanda yang lain seperti meluasnya perbuatan maksiat semakin terlihat di zaman ini dan ilmu agama jarang lagi diperhatikan. Jika dibandingkan pada zaman dulu memang jauh sekali realita nya.
"Kemudian kiamat kubro atau kiamat besar adalah dimana berakhirnya kehidupan semua makhluk yang ada di bumi, di mana bumi benar benar hancur" kata beliau. Kemudian menjelaskan tanda tanda dari kiamat tersebut.
Berdasarkan Al Qur'an dan Hadits, beliau juga menuturkan bahwa kiamat kubra tidak terjadi selama masih ada yang menyebut "Allah", masih ada yang adzan, dan pergi ke masjid untuk sholat.
"Bahwasanya, hikmah yang dapat di ambil dari program tersebut adalah kita semakin terdorong untuk melakukan hal hal positif, istiqomah dalam menjalankan ibadah, dan selalu berkhusnudzon" ujar salah satu anggota MTJ. (Mawar/jpp)

Comments
Post a Comment