■ARTIKEL JUMAT MATTA JFC

MENGELUH UNTUK PERJUANGAN BERAKHIR KEGAGALAN
~Untuk Hati Yang Tersakiti

Dalam perjalanan hidup ini, semua ada karena usaha dan perjuangan. Kita butuh makan, maka harus mencari makan, dengan apa? Duduk manis sambil berharap datang makanan? Lalu tiba-tiba makanan yang kita inginkan telah di suguhkan? TIDAK MUNGKIN. Sebagai manusia biasa, kita tidak bisa hanya berpangku tangan untuk menanti apa yang di dambakan menjadi kenyataan. Nyatanya hidup ini bukan sekadar bermain untuk bersenang-senang saja, _Guys_ . Semua itu ada karena di perjuangkan dan  butuh perjuangan. Dan ketika seseorang telah berjuang, maka akan menemukan risiko yang kerap dijumpai, yakni adalah KEGAGALAN. Dan itu "menakutkan" bahkan terkadang pula "memalukan". Dan pada saat ini lah nyali dan sekaligus tekad seseorang diuji dengan sebenar-benarnya. Seberapa kuatkah keinginan seseorang dapat hitung melalui apa yang dilakukan oleh orang yang berjuang, namun gagal. Ada yang akan terus berusaha dengan penuh semangat yang berkali lipat dari sebelumnya, ada yang tetap berjuang dengan pesimis, ada pula yang memilih untuk meninggalkan apa yang diperjuangkan karena telah lelah, dan bahkan ada yang tidak menerima kenyataan, lalu gila, dan bunuh diri. Lantas, dalam kategori manakah kita?

"Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda". Pepatah itu telah tenar dan diketahui oleh sebagian banyak orang. Namun dalam kehidupan yang nyata, tidak mudahlah seseorang memiliki prinsip tersebut. Karena yang namanya kegagalan, adalah sebuah kejadian yang dapat menjatuhkan asa, membuat diri malu, merasa tidak pantas untuk memperjuangkan hal yang membuatnya gagal, dan hal-hal buruk lainnya. Dan ketika itu, maka seseorang yang gagal akan merasa sedih, kecewa, dan mendapati hati yang tersakiti. Dan tentunya, sakit hati ini bisa dibandingkan dengan "putus cinta", "di selingkuhin", di duakan", atau "ditikung teman" dengan perbandingan 11 : 12.

Tapi pada dasarnya, kegagalan itu bukan untuk membuat mengeluh dan putus asa. Namun sebagai bentuk pengajaran dan penambah pengalaman jika kita "tidak boleh masuk ke jurang yang sama", dalam artian janganlah melakukan sebuah kesalahan yang sama untuk kedua kalinya. Sehingga yang harus kita lakukan adalah tetap berjuang dengan do'a dan usaha yang lebih maksimal dibandingkan usaha yang sebelumnya, dan menghindari kesalahan yang dapat menjerumuskan kita dalam kata "GAGAL", kemudian "tawakkkal".

Setelah kita berjuang lagi, namun gagal lagi, tetap berjuang dan berjuang. Hingga akhirnya akan menemukan sebuah hal yang menyenangkan. Baik hasil dari perjuangan yang kita lakukan, ataupun hal lain yang jauh lebih baik dari yang telah diperjuangkan. Karena sesungguhnya, rencana Tuhan jauh lebih baik dan indah dibandingkan rencana manusia biasa. Maka harus tetap berjuang dan jangan mengeluh dengan apa yang dimiliki. Sebab setiap orang memiliki kemampuan dan bakat berbeda-beda. _Tetap bersyukur, kawan!_
[~Genisti A.G.]

Comments

Popular posts from this blog

HIMBAUAN CAMAT PUCAKWANGI DI PERGANTIAN MALAM TAHUN BARU 2019

Cerpen Kehidupan "Ayah, Dirimu Payah!!!"

■ GENANGAN AIR DI DEPAN PASAR SOKO (PUCAKWANGI) SENGAJA DIBIARKAN AGAR ADA TINDAKAN DARI PEMERINTAH